
Shalom saudaraku,..
Admin kali ini akan membahas lanjutan tentang naskah laut mati di Qumran. Bahasan yang lalu kita berfokus kepada tempatnya, namun kali ini lebih mengedapankan tentang naskah tersebut. Seperti diketahui sebelumnya, Bersama Holyland Permata Tour para peserta setelah memasuki Israel akan mengunjungi Qumran untuk melihat secara langsung naskah Alkitab tertua.
Salah satu peserta pernah menanyakan, “ Mengapa kita harus mengetahui hal ini, bukankah Alkitab yang saat ini sudah cukup..? “. Admin jawab, memang cukup atau bahkan sangat cukup dengan Alkitab saat ini yang dimiliki oleh peserta dengan terbitan LAI. Namun, Sejarah dari setiap tulisan di Alkitab itu juga merupakan hal yang sangat penting. Karena di zaman ini, semakin banyak suara sumbang mengenai klaim alkitab yang dipalsukan. Dengan adanya bukti Sejarah di Qumran, sudah pasti klaim idiot seperti alkitab yang dipalsukan bisa dipatahkan dengan tegas.
Perlu saudara ketahui, kitab-kitab yang ditemukan di laut mati berjumlah 972 naskah yang terbaca dari 981 naskah yang berupa perkamen, papyrus , dan perunggu. Dibuat sekitar tahun 408 SM – 318 SM. Ditulis dalam Bahasa Ibrani dan ada yang ditulis dengan dialek Aram dan lainnya termasuk Nabatea. Untuk diketahui bahwah naskah laut mati tidak berada dalam satu tempat, namun terdapat di 11 tempat ( Goa ). Sebagian besar gulungan-gulungan naskah tersebut terdiri atas fragmen-fragmen yang kecil dan rapuh, yang mana banyak kalangan menganggap penerbitannya terlalu lambat. Selama karya penerjemahan dan perangkaian awal oleh para akademisi melalui Museum Rockefeller, dari tahun 1950-an sampai 1960-an, akses ke dokumen-dokumen yang belum dipublikasikan hanya terbatas pada komite editorial.
Sebelum penemuan Gulungan-gulungan Naskah Laut Mati, naskah-naskah Alkitab tertua dalam bahasa Ibrani adalah Teks Masoret yang berasal dari abad ke-10 M, misalnya Kodeks Aleppo. Saat ini naskah-naskah tertua yang diketahui dari Teks Masoret berasal dari sekitar abad ke-9. Naskah-naskah biblika yang ditemukan di antara berbagai Gulungan Naskah Laut Mati mendorong waktu tersebut kembali seribu tahun, yaitu abad ke-2 SM.] Naskah-naskah berbahasa Ibrani yang mengandung fragmen-fragmen dari Alkitab Yahudi ini seharusnya tidak dicampuradukkan dengan kodeks Alkitab Kristen berbahasa Yunani, yang mana meliputi kitab-kitab Perjanjian Baru dan naskah paling awalnya adalah Kodeks Vaticanus Graecus 1209 dan Kodeks Sinaiticus (keduanya berasal dari abad ke-4 M).