Shalom saudaraku, admin kali ini akan membahas secara singkat tentang topik yang umum di kalangan Kekristenan. Pembahasan admin juga ada hubungannya dengan perjalanan kita di tanah suci bersama Holyland Permata Tour, karena kita pun akan melakukan suatu kegiatan yang akan kita bahas ini.
Topik hari ini adalah eucharistia, biasa kita kenal dengan nama ekaristi maupun perjamuan kudus. Dalam perjalanan di tanah suci, kita pun pastinya akan beribadah dan juga ikut ambil bagian perjamuan kudus. Lalu apakah sebenarnya eucharistia tersebut..?
Eucharistia / ekaristi / maupun perjamuan kudus adalah salah satu ritus Kristen yang dipandang sebagai sakramen/sarana rahmat Ilahi atau ordinansi/ritual tergantung denominasinya. Sebagai seorang Kristen, kita percaya bahwa ekaristi ini ditetapkan oleh Tuhan sendiri untuk mengenang peristiwa “ Perjamuan Terakhir “.
Tradisi Gereja Barat maupun Timur menggunakan gandum sebagai bahan dasar roti Ekaristi. Ritus Bizantium, baik Ortodoks Timur maupun Katolik Timur, menggunakan roti beragi untuk perayaan Ekaristi (Liturgi Suci). Roti tersebut dikenal dengan istilah “Prosphora”, atau prósphoron (bahasa Yunani: πρόσφορον), dan terbuat dari: tepung terigu putih, ragi, garam, air. Sementara Katolik Roma, atau Gereja Latin, menggunakan roti tidak beragi dalam Misa: 926 roti tersebut biasa disebut “Hosti” (bahasa Latin: hostia), dan kalau sudah dikonsekrasi disebut Hosti Kudus. Kanon 924 menyebutkan bahwa hosti harus terbuat dari gandum murni (tanpa campuran apapun) dan baru, agar bahaya pembusukan dapat dihindari, dan tentu menggunakan air untuk pengolahannya. Gereja Katolik Maronit, Gereja Katolik Siro-Malabar, Gereja Katolik Armenia dan Gereja Apostolik Armenia saat ini menerapkan penggunaan roti tidak beragi, sama seperti Gereja Latin. Sementara di berbagai denominasi Protestan terdapat beragam variasi penggunaan roti untuk Perjamuan Kudus, baik yang menggunakan ragi maupun tidak.